Annisa Karima

Let start with "Bismillah" (^_^) Kebenaran tulisan dalam Blog ini semata-mata dari Allah SWT semata, dan kesalahan murni karena keterbatasan Sa sebagai manusia. Makanya kalo bisa kasih komentar atas tulisannya ya?! Sebelumnya Jazakumullah Khairon Katsiro, terima kasih banyak telah mau meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini. Jika dirasa ada manfaat dari Blog ini, harap disampaikan kepada orang lain. Mari kita berbagi dalam kebaikan.

Tuesday, January 02, 2007

Yang bisa dipegang dari manusia adalah kata-katanya.

Tapi "waktu" menunjukan bahwa kita harus berhati-hati dengan perkataan.

Lidah mudah mengatakan namun sering banyak yang tidak bisa mempertanggungjawabkannya.


Sungguh tidak baik berburuk sangka pada manusia apalagi yang bersaudara,

tapi tidak ada salahnya untuk lebih waspada.

Untuk itulah Allah memberikan rasa takut pada hati manusia.

Saturday, December 23, 2006

He..he.... udah lama ga posting n_n

Memang akhir-akhir ini males dan sibuk sama urusan yang lain....

Dari pada memalukan ga di update-update mendingan diisi "sedikit" :p

To do list: Deadline:
- Projek Praktikum - 5 Januari 2007
- Projek VLSI - 10 Januari 2007

Waiting list:
- Nodame Cantabile 10 & finale (soon)
- Hana Yori Dango Session 2 (2007)

"tsubata kara"

Thursday, October 19, 2006


Assalamu'alaikum, dari setiap nafas yang berhembus pasti menyisakan dosa atau pahala. Mohon maaf atas semua rasa tidak aman akibat perkataan dan perbuatan saya pada temen-temen semua. Semoga kita semua mendapatkan kemenangan yang paling nyata, syurga-Nya.... selamat iedul fitri, mudik, dan liburan....

^_^ wass

Annisa Karima

Wednesday, September 27, 2006

Hal-hal yang diharamkan dikerjakan dalam keadaan haid dan nifas:
1. Shalat; yang fardhu maupun yang sunnah. Sabda Nsbi Saw. kepada Aisyah r.a., “Apabila haid datang, tinggalkanlah shalat. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Thawaf. Sabda Nabi Saw. kepada Aisyah r.a. ketika dalam keadaan haid, saat melaksanakan ibadah haji, “Kerjakanlah segala yang dikerjakan oleh orang yang sedang berhaji; tetapi jangan melakukan thawaf.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Membaca Al-Quran. Kecuali memandang kea rah mushaf Al-Qur’an sambil membacanya dalam hari tanpa gerakan lidah. Dikecualikan pula perempuan yang menjadi guru ngaji agar tidak terhambat dalam profesinya, begitu pula pada pelajarnya.
Diriwayatkan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, “Orang yang sedang junub dan perempuan yang sedang haid, tidak membaca Al-Qur’an. Namun hadis tersebut dinilai dhaif oleh kedua perawinya sendiri: Tirmidzi dab Baihaqi. Karenanya, sebagian kalangan mazhab Syafi’i (dari kelompok Iraq) mengharamkan pembacaan Al-Qur’an oleh perempuan yang sedang mengalami haid (dan ini pemdapat paling masyhur dan paling sahih dalam mazhab Syafi’i); sedangkan kalangan mazhab Syafi’i lainnya (dari kelompok Khurusan) mengikuti pendapat Imam Syafi’I dalam mazhabnya yang lama –sebagimana dikutip oleh Abu Tsaur- bahwa perempuan yang sedang haid tidak terlarang membaca Al-Qur’an.
Demikian pula terdapat dua riwayat dari Maliki, Abu Hanafiah dan Ahmad; yang satu mengharamkan dan yang satunya lagi membolehkan. Mereka yang membolehkan berpegang pada ucapan Aisyah r.a. bahwa ia tetap membaca Al-Qur’an dalam keadaan haid. Mereka ini juga beralasan bahwa masa haid biasanya berlangsung cukup lama sehingga jangan sampai ia melupakan apa yang telah dihafalnya, atau merasa ‘terasing’ dari Al-Qur’an. Dan adakalanya ia seorang guru ngaji; sehingga jangan sampai ia terhambat dalam menjalankan profesinya
4. Menyentuh dan membawa Al-Qur’an. Demikianlan pendapat para ulama dari keempat mazhab: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, berdasarkan firman Allah SWT, “... tidak menyentuhnya kecuali mereka yang tersucikan.” (QS. Al-Waqi’ah: 79) Akan tetapi Ibn Abbas, Asy-Sya’biy, Adh-Dhahhak, Zaid bin Ali, Al-Muayyah Billah, Daud, Ibn Hazm dab Hammad bin Sulaiman, membolehkan menyentuh mushaf Al-Qur’an, walaupun tanpa wudhu. Mereka mengatakan bahwa ayat tersebut hanya mengandungn pemberitaan tentang Al-Lauh Al-Mahfuzh, yang tidak dapat menyentuhnya selain para malaikat (yaitu yang dimaksud dengan ”mereka yang tersucikan”).
5. Duduk dan berhenti di masjid, kecuali lewat melaluinya, karena tidak ada jalan selainnya. Hampir semua mazhab menyepakati larangan berhenti atau duduk di masjid bagi seorang junub. Kecuali Al-Muzani dan Ibn Al-Mundzir (keduanya dari kalangan mazhab Syafi’i) serta Daud yang membolehkannya. Dan menurut sebagian riwayat, Ahmad bin Hambal pernah berkata: “Seorang junub boleh berhenti dan duduk di mesjid setelah berwudhu.” Perbedaan pendapat mereka, antara lain, berdasarkan pemahaman masing-masing terhadap ayat 43, surah An-Nisa. Mayotiras ulama mengartikan kalimat “menghampiri shalat” dalam ayat tersebut sebagai “menghampiri tempat shalat” yakni mesjid. Sedangkan sebagian mereka mengartikannya seperti apa adanya (secara harfiah).
Sedangkan kalimat (dalam keadaan melintas) diartikan sebagai “para pelintas jalan (musafir) yang (biasanya) menghadapi kesulitan mendapat air, dan karenanya dibolehkan bertayamum sebagai pengganti mandi. Karenanya, ayat tersebut tidak mengandung larangan bagi seorang junub untuk berhenti atau duduk di mesjid. Perbedaan pendapat tentang hal ini, berlaku pula dalam masalah boleh atau tidaknya seorang wanita yang sedang haid, berhenti atau duduk di mesjid.

6. Berpuasa, baik yang wajib maupun yang sunnah.
7. Melakukan hubungan seksual (‘jima, sanggama) bagi suami-istri.



Diambil dari buku:
Fiqih Praktis; menurut Al-Qur’an, As-Sunnah, dan pendapat para ulama. Muhammad Bagir Al-Habsyi




*semoga bermanfaat*

Thursday, September 21, 2006

Assalamu'alaikum wr.wb, semoga keselamatan rahmat dan berkah Allah selalu dicurahkan pada kita semua. Alhamdulillah, akhirnya kita sudah sampai pada bulan Ramadhan, "Allahumma barriklana fii Rajab wa Sa'ban wa baliqna Ramadhan". Sebelum waktu di dunia ini habis, mohon maaf atas semua kesalahan, disengaja maupun tidak sengaja selama ini. Semoga bulan Ramadhan kali ini menjadikan kita hamba yang paling bertaqwa dan sholeh, amin... Selamat memasuki bulan penuh berkah, Ramadhan....
3 Septermber 2006, Tangkuban Perahu, 2000m diatas permukaan laut.........


Ahad pagi, 08.00, pergi dari Mesjid Kampus ITB, Salman, berencana menaklukan (cie...) gunung Tangkuban Perahu. Perjalanan dari kampus ke daerah Kavaleri hanya 30 menit menggunakan AngKot (Angkutan Kota). Perjalanan yang sebenarnya dimulai......

Mula-mula kami masuk ke kawasan perkebunan Teh di Sukawana. Awalnya kami berjalan di jalan semi-aspal. Sebelumnya dimulai dengan berdo'a semoga perjalanan ini bermanfaat. Setelah jalan semi-aspal habis, kami mulai masuk ke perkebunan Teh. Di perkebunan Teh ini jalurnya lumayan berat, menanjak dan dengan berbagai jenis permukaan, mulai dari kerikil yang berdebu (karena sudah lama ga hujan) sampai ranting-ranting dari bekas pohon-pohon Teh yang sudah tua.

Sesekali berhenti untuk beristirahat dan saling berbagi tausiyah (nasehat), inilah salah satu perbedaan perjalanan ke Kawah Tangkuban Perahu yang sebelumnya. Tidak hanya mengolah jasmani tapi mengolah rohani juga.

Setelah melewati kebut Teh yang luaaaasssss perjalanan diteruskan ke daerah hutan yang banyak pohon pinus dan pohon-pohon lain yang tidak dikenal namanya. Tidak seperti jalan-jalan sebelumnya yang cenderung menanjak, di daerah ini kami menemukan jalur yang cukup datar. Namun salah satu tausiyah sebelum berjalan di jalur ini adalah: "jalur ini jalur yang mendatar dan ringan, seperti itulah hidup kita, setelah kita berkesulitan pasti ada saatnya kita berada di suatu keadaan yang ringan dan datar. Jalur ini pada awalnya menyenangkan namun kelamaan akan membuat kita terlena dan bosan, dan mungkin saat di depan kita mendapatkan tantangan yang lebih besar, keterlenaan kita membuat kita putus asa untuk menjemput tantangan" Semoga kita termasuk orang-orang selalu siap menghadapi apapun.

Perjalanan selanjutnya melalui hutan yang lebih rapat dari sebelumnya. Kami harus berjalan di jalan setapak yang curam dan sempit. Disebelah kanan dan kiri ada semak-semak yang tinggi yang membuat kami tidak dapat menentukan dimana kami berada dan tidak dapat melihat langit dengan jelas.

Lama-kelamaan mulai tercium bau belerang yang tandanya kami telah dekat dengan Kawah. Dan ketika terlihat celah di ujung semak dan kami mulai keluar dari hutan, ternyata kami telah sampai tepat di bibir Kawah yang terlihat sangat luas dan indah, pemandangan 360 derajat, SubhanAllah...... Berada di sana seperti sedang terbang tepat diatas Kawah. Lelang akibat perjalanan selama 4 jam dengan berjalan kaki, sekejap menghilang. Allahuakhbar.... sungguh Allah Maha Besar.


Semoga kita bisa rihlah lagi lain kali, mungkin ke tempat yang lebih indah, Bromo ^___^ Atau kita Rafting ke Citarik? (asal siap perbekalannya aja). Merasakan kebesaran Allah dan me-lebih-yakinkan diri bahwa Allah itu Maha Besar dan Maha Indah. Ada yang mau ikut? (mungkin kita bisa pergi waktu liburan akhir taun) Ayo.........

Wednesday, August 23, 2006

Hati ini tak mau mendekat
betapapun aku merayunya
seolah sengaja membuatku
lelah tak berdaya
~
Sepanjang waktu tak kulihat ia
selain bermain ........
dan terus bermain
tak kuasa aku menanggungnya
~
Wahai pendampingku yang buruk-laku
sampai kapan sadarkan diri?
telah hilang seluruh usiamu
dalam senda-gurau tak menentu
~
Keremajaanku t'lah hilang
pergi meninggalkan daku
sebelum sempat
kugapai cita-citaku
~
Apa yang 'kan kualami setelah ini
selain kefanaan yang menimpa?
uban kini telah datang
menghalangiku dari segalanya
~
Celakalah diriku,
tak pernah kuliah ia
dalam kebaikan ... tak pernah!
sopan-santun pun ia tak tahu
~
Wahai diriku, adalah lebih baik
seandainya kau tak pernah ada
dorongan hawa nafsu pun tiada
selamatkan dirimu, takutilah Tuhanmu!
~
- syair Arab -
***
Jika selama usia kita yang ada hanya kesia-siaan dan dosa semata, maka benarlah perkataan ....
"merugilah orang yang mati tua, beruntunglah orang yang mati muda, dan yang paling beruntung adalah orang yang tak pernah dilahirkan."

Sunday, June 11, 2006

Nanimo shinai koukai yori.... isso butaretetai......

"Lebih baik kalah daripada tidak pernah mencoba dan menyesal" itu arti dari kalimat yang ada diatas. Kalimat itu Sa dapet dari OST (sound track) dari salah satu dorama, H2 tepatnya. Drama Jepang ini bercerita tentang perjuangan sebuah club Base Ball SMA Senkawa untuk bisa bermain dan menang di turnamen Nasional di Koshien dan tentu saja ditambah kisah "bumbu" agar lebih menarik.
Tapi bukan soal Doramanya yang pengen Sa ceritain di sini, tapi soal kata-kata yang ada di OST-nya itu. Kita yakin bahwa setiap waktu di dalam perjalanan hidup kita, kita pasti dihadapkan kedalam berbagai macam pilihan. Dan tidak jarang pilihan yang datang dalam hidup kita memiliki keuntungan yang kita inginkan sekaligus memiliki resiko yang kita hindari. Contoh yang paling sederhana adalah pilihan kita memasuki Universitas yang punya reputasi bagus. Disatu sisi kita menginginkan potensi kita dapat berkembang dan dapat diakui oleh masyarakat, tapi di sisi yang lain ada kerja keras yang harus kita jalani agar dapat mencapai hasil yang kita inginkan yang artinya berkurangnya waktu untuk "bersenang-senang" dan "menikmati hidup".
Seringkali kita merasa cukup puas dengan apa-apa yang kita dapatkan saat ini dan menolak kesempatan-kesempatan yang ada. Tapi apa itu yang baik buat kita?
Sa sering merasa menyesal karena memilih tidak mengerjakan ini-itu. Dengan Sa melihat kata-kata diatas, Sa mulai tersadarkan bahwa Sa harus BERANI untuk mencoba, apapun hasil yang akan didapat. Memang lebih baik KALAH daripada tidak mencoba sama sekali dan akhirnya MENYESAL. Dikemudian hari keluarlah kata-kata "kalo saja waktu itu saya ......." ato "coba dulu saya ikutan" ato kata-kata lain yang seharusnya sebagai seorang muslim kita tidak mengatakannya.
Kita sering lupa bahwa Allah hanya menyuruh kita untuk berusaha semampu yang kita bisa. Pilihan-pilihan yang datang hanyalah kesempatan yang Allah berikan agar kita (hamba-Nya) bisa menjadi lebih baik dari hari kehari. Perkara 'menang' ato 'kalah' dari setiap pilihan yang kita ambil, hanya Allah yang punya otoritas. Hanya Allahlah yang punya kewenangan untuk memanipulasi hasil, kita sebagai manusia hanya diberi kewenangan untuk berproses.
Jadi, ayo kita berusaha dalam setiap pilihan-pilihan yang kita ambil. Ganbatte kudasai.......
" Do the best. let Allah do the rest "